Senin, 16 September 2013

Sinopsis Sengsara Membawa Nikmat 1929

Judul : Sengsara Membawa Nikmat
Nama Pengarang : Tulis Sutan Sati
Nama Penerbit : Balai Pustaka
Tahun Terbit : 1929
Tebal Buku : 192
Angkatan : 20an
Tokoh Utama :
 - Midun : Sopan & Taat beragama                               
- Kacak : Pendengki & Angkuh 
- Halimah : Bebudi & Sopan                                           
 - Syekh Abdul : Licik


                Di Minangkabau (Sumatra Barat) terdapat sebuah desa. Di desa tersebut hiduplah dua pemuda yang memiliki sifat yang sama sekali bertolak belakang. Pemuda pertama itu bernama Kacak. Ia merupakan keponakan dari seorang kepala kampung. Ia biasa memmanggil pamannya dengan sebutan Mamak. Namun nama asli dari paman Kacak ialah Tuanku Laras. Kacak merupakan pemuda yang sombong, angkuh, kasar, dan tidak suka dengan setiap kebahagiaan orang lain. Pemuda yang kedua bernama Midun. Ia merupakan pemuda yang sangat ramah, baik hati, religius,dan sopan. Sifatnya yang dapat dikatakan sangat baik serta kelebihannya dalam beladiri silat membuat banyak orang yang menyukainya.
                Tentunya dengan sifat sifat yang bisa dikatakan jelek pada Kacak membuat warga desa amat sangat membencinya. Dan tidak sedikit pula yang menyukai sifat sifat baik yang dimiliki Midun.
                Kacak amat iri pada si Midun karena banyak penduduk desa yang lebih suk dan simpai kepada Midun dibandingkan dengan dirinya. Hingga timbullah sebuah rasa ingin puas dengan menantang si Midun untuk berkelahi serta membuat berbagai macam keonaran.
                Pada suatu hari Kacak menantang Midun untuk meladeninya untuk berkelahi. Namun Midun selalu menolak ajakan ajakan berkelahi dengan si Kacak. Ia ingat pada perkataan guru ngajinya yang selama ini mengajarinya Silat Padangan. Guru ngajinya berkata bahwa ilmu silat yang Midun pelajari tidak boleh digunakan untuk hal hal yang tidak penting dan hanya boleh digunakan apabila Midun terdesak oleh orang yang menyerangnya serta untuk menolong orang orang yang membutuhkan pertolongan, begitulah pesan guru ngaji si Midun tentang ilmu silat yang beliau ajarkan.
                Suatu hari istri si Kacak secara tidak sengaja hampir terjatuh ke sungai dan tanpa disengaja disana ada si Midun. Namun karena Midun terlambat menolongnya akhirnya istri si Kacak pun terjatuh ke sungai. Meskipun begitu dengan cepat Midun langsung menolongnya karena istri si Kacak hampir terbawa arus sungai. Melihat midun sedang menggendong istri si Kacak, Kacak pun terbakar cemburu. Apalagi saat itu istri si Kacak ke sungai guna membersihkan diri eh tiba tiba istri si Kacak sedang di gendong Midun. Lalu Kacak pun membuat fitnah tentang Midun kepada masyarakat bahwa Midun telah memperkosa istrinya. Dengan penuh emosi Kacak pun kembali menantang Midun untuk berkelahidengannya satu lawan satu.
                Karena merasa bahwa dirinya di fitnah dan dijatuhkan harga dirinya, Midun pun akhirnya menerima ajakan Kacak untuk berkelahi. Dan akhirnya Midun menang lagi dan Kacak pun kalah. Kacak yang kalah pun semakin marah dengan si Midun. Akhirnya Kacak melaporkan itu semua kepada pamannya, Tuanku Laras.
                Kacak memberikan informasi informasi palsu tentang si Midun, serta segala fitnah dia katakan kepada pamannya tersebut. Namun Tuanku laras tetap mempercayai apa yang keponakannya itu katakan tentang si Midun. Dan akhirnya Midun pun mendapatkan hukuman dari Tuanku Laras, yaitu bahwa ia harus bekerja di rumah Tuanku Laras tanpa dibayar sedikit pun. Dan yang di tugaskan Tuanku Laras untuk mengawasi si Midun ialah Kaca. Kesempattan itu tak disia siakan oleh si Kacak untuk dimanfaatkannya sebagai ajang balas budi kepada si Midun. Selama Midun di hukum, ia selalu disiksa oleh si Kacak. Pukulan dan tendangan ia rasakan setiap hari. Serta hinan dan makian selalu dilotarkan Kacak kepada si Midun. Akhirnya dengan sabr si Midun menerima itu semua. Dan ia tak bisa berbuat apa apa karena ia sedang mendapathukuman. Namun memang sifat picik Kacak, ia belum saja puas dengan penderitaan Midun meskipun Midun telah mendapat hukuman dari Tuanku Laras. Kacak belum puas apabila melihat Midun masih saja ada di Kampungnya. Karena jika si Midun masih ada di kampungnya. Midun masih bisa menghalangi Kacak untuk bersifat semena menaterhadap warga kampungnya.
                Kacak akhirnya menemukan cara untuk menghilangkan Midun dari kampungya. Kacak akhirnya menyewa beberapa orang untuk membunuh si Midun. Tentunya yang Kacak sewa ialah pembunuh bayaran. Rencana membunuh Midun dilaksanakan pada saat diadakannya lomba pacuan kuda. Saat Midun bersama sahabatnya yang bernama Maun sedang membeli makanan di warung kopi sebelah gerbang pintu masuk lomba pacuan kuda, tiba tiba beberapa orang menghampirinya dengan membawa pisau mereka menyerang Midun dan Maun.
                Akhirnya Midun pun memakai beladirinya untuk berkelahi melawan pembunuh pembunuh tersebut Perkelahian pun akhirnya terhenti,ketika datang polisi untuk mengamankan Midun dan Maun. Akhirya si Midun dan si Maun pun ditangkap dan di giring ke kantor polisi. Dalam pemeriksaan, Maun dinyatakan bebas. Namun Midun harus mendekam di penjara. Kacak yang mendengar berita tersebut bahagianya bukan kepalang karena orang yang ia rasa sebagai musuh terbesarnya telah masuk penjara dan kini ia tak merasa was was lagi karena niat jahatnya pada warga kampung pasti akan berjalan dengan amat sangat mulus. 
                Awalnya para tahanan lain bertindak semena mena terhadap si Midun. Namun semenjak Midun mengalahkan orang terkuat di penjara tersebut. Maka seluruh tahanan disana menghormati dan menjadikan Midun sebagai sahabat.
                Suatu hari ketika Midun sedang menyapu jalan tak sengaja Midun melihat sesosok gadis yang sangat cantik. Lalu saat itu Midun langsung saja menghampiri gadis tersebut dan tiba tiba gadais itu pergi meninggalkan si Midun. Tiba tiba Midun melihat sebuah kalung tertinggal di bawah pohon tempat gadis tadi bernaung. Kemudian Midun mencari tau siapa pemiliknya dan mengembalikannya ke rumah gadis itu. Lalu sepertinya Midun dan gadis tersebut saling suka. Gadis itu bernama Halimah. Setelah lama kenal akhirnya mereka saling bercerita tenang pengalaman hidup masing masing. Dan ternyata Halimah tinggal bersama ayah tirinya,dan itu membuat dirinya merasa terkekang.
                Setelah keluar dari penjara, Midun membawa Halimah pergi dri rumah ayah tirinya menuju rumah ayah kandungnya.
                Setelah sampai di rumah ayah kandung Halimah di Bogor. Midun tahu kalu ayah kandung Halimah amatlah baik hati dan penyayang terhadap siapapun. Ayah Halimah pun meminta Midun dan Halimah tetap tinggal di rumah ayah Halimah. Karena Midun tak punya pekerjaan, Midun merasa tak nyaman dan memutuskan untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Dalam perjalanan Midun berkenalan dengan saudagar kaya yang berasal dari Arab. Namun teryata saudagar kaya itu ialah seorang rentenir. Dengan segala tipu rayu akhirnya Midun pun menerima uang pinjaman Syekh Abdullah Al Hadramut. Dan akhirnya Midun pun memanfaatkan uang tersebut untuk berdagang. Dengan usaha yang melaju sangat pesat. Akhirnya Syekh Abdullah Al Haadramut menjadi sangat iri dan akhirnya ditagihlah hutang Midun dengan jumlah yang sangat berlipat lipat. Karena Midun tak mau membayarnya, Syekh Abdullah mengganti tawarannya agar Midun bersedia apabila Syekh Abdullah Al Hadramut memperistri Halimah. Midun pun semakin yakin untuk menolak tawaran tawaran yang diajukan Syekh Abdullah Al Hadramut. Maka Syekh Abdullah pun akhirnya memejahijaukan si Midun. Dan sekali lagi Midun di uji untuk masuk bui kedua kalinya.
                Setelah bebas dari rumah pesakitan tersebut Midun berjalan jalan di pasar baru. Disana ia melihat Sinyo belanda diserang pribumi yang sedang mengamuk. Langsung saja Midun mencoba menyelamatkan sinyo belanda tersebut,dan berhasil. Sinyo belanda itupun berterima kasih banyak atas bantuan Midun kepadanya.
                Setelah peristiwa tersebut akhirnya Midun dikenalkan dengan ayah sinyo belanda tersebut yang ternyata seorang Komisaris. Sebagi Ucapan terimakasih karena telah menolong anaknya, Pak Komisaris tersebut memberi Midun sebuah pekerjaan. Hingga berujung pada kemapanannya,akhirnya Midun melamar Halimah dan menikah di Bogor, rumah ayah Halimah.
                Karena Prestasinya yang melonjak. Ia menjadi Kepala Mentri di Tanjung Priok. Lalu Midun dipindah tugaskan di Medan. Saat di Medan itulah ia bertemu dengan adiknya, dan adiknya pun bercerita panjang lebar tentang kampung halaman dan orang tua mereka berdua. Adiknya bercerita bahwa keluarga mereka menderita karena ulah Kacak semenjak Midun pergi. Akhirnya Midun pun turun tangan dengan meminta dipindahkan ke kampung halamannya. Saat itu Kacak yang berprofesi sebagai penghulu dan sering menyelundupkan uang negara kaget bukan kepalang. Kacak pun amat ketakutan karena Midun telah kembali. Dan dengan kecerdikan Midun tak lama berselang segala bentuk tindak korupsi Kacak terungkap. Akhirnya Kacak pun mendapat hukuman dan kehidupan di kampung halaman Midun menjadi damai kembali

11 komentar:

Santai Saja !! mengatakan...

siip iki digawe garap tugas b.indonesia

Unknown mengatakan...

resensinya bagus , sudah lengkap dan paham , hhe . jadi tidak perlu meminjam cerita itu . cukup baca disini saja :D

Asvin Imaduddin mengatakan...

@santai saja !! boleh boleh silahkan..

Asvin Imaduddin mengatakan...

@nanda restanena ok makasih,tapi lebih baik kalau ada waktu baca deh yang asli novel

Unknown mengatakan...

bagus novelnya..

Desertkona mengatakan...

gak pernah baca novelnya gak terkenal

Asvin Imaduddin mengatakan...

@slamet widodo memang bener bagus kok, dengan seting cerita khas melayu
@Muhammad alam pasirulloh memang jarang di pasaran karena itu novel angakatan 20an,tapi inti novel novel angkatan 20an,30an,45,66 masih lebih berisi dibanding novel teenlit jaman sekarang

Unknown mengatakan...

bagus nih sinopsisnya, meskipun bukunya tebal, jd cuman beberapa paragraf aja, kata2nya jg gk membingungkan :D

Asvin Imaduddin mengatakan...

@arya putra kusumawardana makasih sudah membaca artikel ini,saya anjurkan coba anda baca buku aslinya pasti lebih terasa gaya ke khas-an novel 20an-nya
@rafliliya putra makasih,tapi yang lebih patut untuk mendapatkan apresiasi adalah sang penulis novel tersebut, Tulis Sutan Sati

Unknown mengatakan...

wahh... postnya bantu bgt buat yg dapet tugas bahasa indonesia. disini sudah lengkap ^^

Unknown mengatakan...

Sama aku juga

Posting Komentar