Senin, 30 September 2013

Something Which We Should Know


Dibanding dengan makhluk lain manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna melebihi hewan, jin, malaikat, dan sebagainya. Manusia memiliki sesuatu yang membedakan mereka dari makhluk Tuhan yang lainnya,yaitu akal. Bayangkan dengan akal, manusia sendiri bisa bertingkah layaknya Tuhan,bukankah itu hal yang sangat luar biasa. Akal kita lah yang menjalankan semua yang kita kerjakan,memilah mana yang benar dan yang bathil. Sebagai mahakarya Tuhan, kita juga diwajibkan untuk mengasah seberapa mampukah akal kita untuk menampung segala hal. Salah satunya ialah dengan melalui belajar.


Jika kita bisa mengerti bahwa salah satu caranya yaitu dengan  belajar,dapatkah anda menjelaskan apa maksud dari belajar itu sendiri? Bukankah anda telah bertahun tahun melakukan aksi yang bernama “belajar” itu? Apa yang anda dapatkan selama anda belajar bertahun tahun bila anda tak mengerti makna dari belajar tersebut. Mungkin untuk sebagian orang belajar ialah sesuatu yang harus kita dapatkan melalui bangku sekolah ataupun kuliah. Sebagian orang juga menganggap bahwa belajar itu sebaiknya menggunakan sebuah sumber berupa buku. Tapi bukankah disetiap sela sela aktivitas anda,anda malah merasakan bahwa mendapatkan sebuah pelajaran untuk menuntun hidup kita menjadi lebih baik. Pernahkah? Pastinya setiap orang pernah merasakan hal seperti itu,sebagi contoh anda ditegur atasan karena kurang disiplin dalam menjalankan pekerjaan anda.

Sebenarnya tahukah anda apa arti kata BELAJAR  dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tertulis : belajar /bel·a·jar /v 1 berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu; 2 berlatih; 3 berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman. Dan menurut Ernest R. Hilgard belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, kemudian menimbulkan perubahan, keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Jadi dengan kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Belajar ialah suatu proses yang menimbulkan perubahan pada diri setiap manusia karena bertambahnya ilmu yang didapatkannya.

Adakah kata terlambat untuk belajar? Tentulah tak ada kata terlambat selama kita masih ada niat untuk menuntutnya. Mungkin yang anda pikirkan saat ini adalah,kenapa masih banyak orang yang tak bisa membaca ataupun menulis? Apakah salah mereka ataukah disebabkan suatu faktor lain yang menghambatnya,semisal Pemerintah yang tak memberdayakan program baca tulis secara baik. Lebih cocok kalau hal hal tersebut adalah salah anda beserta lingkungan anda yang tak mau berusaha dengan tekun. Seorang penulis berkebangsaan Amerika, Alvin Toffler,berpendapat bahwa “mereka yang buta huruf di Abad ke 21 bukanlah orang yang tak bisa membaca & menulis, melainkan mereka yang tidak dapat belajar, melepaskan pelajaran yang telah kadaluarsa,dan tak dapat belajar kembali”. Belajarlah dengan cinta niscaya segala yang anda rasa sulit berangsur angsur akan menjadi mudah,sehingga hasilnya takkan ada kata “TIDAK BISA BELAJAR” .

3 komentar:

Unknown mengatakan...

blog mu apik vin

Ocvitha mengatakan...

boleh juga :) ini intinya belajar kan :)

Wiratama Putra mengatakan...

Saya juga masih belajar untuk jadi pribadi yang berkualitas dan bermanfaat. Pengakuan dan pujian orang lain itu bukan parameter, tetapi semacam multivitamin. Nice posting gan

Posting Komentar