Dibanding dengan makhluk lain
manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna melebihi hewan, jin,
malaikat, dan sebagainya. Manusia memiliki sesuatu yang membedakan mereka dari
makhluk Tuhan yang lainnya,yaitu akal. Bayangkan dengan akal, manusia sendiri
bisa bertingkah layaknya Tuhan,bukankah itu hal yang sangat luar biasa. Akal
kita lah yang menjalankan semua yang kita kerjakan,memilah mana yang benar dan
yang bathil. Sebagai mahakarya Tuhan, kita juga diwajibkan untuk mengasah
seberapa mampukah akal kita untuk menampung segala hal. Salah satunya ialah
dengan melalui belajar.
Jika kita bisa mengerti bahwa
salah satu caranya yaitu dengan
belajar,dapatkah anda menjelaskan apa maksud dari belajar itu sendiri?
Bukankah anda telah bertahun tahun melakukan aksi yang bernama “belajar” itu?
Apa yang anda dapatkan selama anda belajar bertahun tahun bila anda tak
mengerti makna dari belajar tersebut. Mungkin untuk sebagian orang belajar
ialah sesuatu yang harus kita dapatkan melalui bangku sekolah ataupun kuliah.
Sebagian orang juga menganggap bahwa belajar itu sebaiknya menggunakan sebuah
sumber berupa buku. Tapi bukankah disetiap sela sela aktivitas anda,anda malah
merasakan bahwa mendapatkan sebuah pelajaran untuk menuntun hidup kita menjadi
lebih baik. Pernahkah? Pastinya setiap orang pernah merasakan hal seperti
itu,sebagi contoh anda ditegur atasan karena kurang disiplin dalam menjalankan
pekerjaan anda.
Sebenarnya tahukah anda apa arti
kata BELAJAR dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tertulis : belajar /bel·a·jar /v 1 berusaha memperoleh
kepandaian atau ilmu; 2 berlatih; 3
berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman. Dan menurut
Ernest R. Hilgard belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja,
kemudian menimbulkan perubahan, keadaannya berbeda dari perubahan yang
ditimbulkan oleh lainnya. Jadi dengan kedua pengertian tersebut dapat
disimpulkan bahwa Belajar ialah suatu proses yang menimbulkan perubahan pada
diri setiap manusia karena bertambahnya ilmu yang didapatkannya.
Adakah kata terlambat untuk belajar? Tentulah
tak ada kata terlambat selama kita masih ada niat untuk menuntutnya. Mungkin yang
anda pikirkan saat ini adalah,kenapa masih banyak orang yang tak bisa membaca
ataupun menulis? Apakah salah mereka ataukah disebabkan suatu faktor lain yang
menghambatnya,semisal Pemerintah yang tak memberdayakan program baca tulis
secara baik. Lebih cocok kalau hal hal tersebut adalah salah anda beserta
lingkungan anda yang tak mau berusaha dengan tekun. Seorang penulis berkebangsaan
Amerika, Alvin Toffler,berpendapat bahwa “mereka
yang buta huruf di Abad ke 21 bukanlah orang yang tak bisa membaca & menulis,
melainkan mereka yang tidak dapat belajar, melepaskan pelajaran yang telah
kadaluarsa,dan tak dapat belajar kembali”. Belajarlah dengan cinta niscaya
segala yang anda rasa sulit berangsur angsur akan menjadi mudah,sehingga
hasilnya takkan ada kata “TIDAK BISA BELAJAR” .
3 komentar:
blog mu apik vin
boleh juga :) ini intinya belajar kan :)
Saya juga masih belajar untuk jadi pribadi yang berkualitas dan bermanfaat. Pengakuan dan pujian orang lain itu bukan parameter, tetapi semacam multivitamin. Nice posting gan
Posting Komentar