Kamis, 07 November 2013

Islam dan Teknologi

Ratusan tahun yang lalu pada zaman Rasulullah SAW, Islam maju dengan pesat dan berkembang, setelah itu sahabat-sahabatnya pun mengembangkan Islam hingga Dunia Barat. Tak ada yang memungkiri bahwa saat itu adalah saatnya islam menguasai peradaban dunia. Kejayaan itu terus berlanjut hingga umat ini kalah perang oleh barat dan membatasi diri mereka terhadap hal-hal yang dianggap haram dalam permikiran oleh para ulamanya, ditambah lagi saat mereka menggunakan ilmu yang diadopsi para orang Barat.
Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan dan memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis dalam pengambilan keputusan.
Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, seperti e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan saat ini sedang marak-maraknya berbagai huruf yang dimulai dengan awalan “e” seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

Menumbuhkan Kesadaran Akan Pentingnya Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan dan memungkinkan berbagai kegiatan dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini. Seperti e-government, e-commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainya yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.
Dan kesadaran tersebut harus ditumbuhkan bukan pada orang tua saja, namun bagi pemuda yang memiliki masa depan khususnya pemuda Muslim. Karena pemuda adalah kata kunci pengembangan TI ke depan. Umat Islam sangat perlu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya teknologi informasi tanpa mengenyampingkan al-Quran dan al-Sunah, karena kedua hal itu menjadi tolok ukur dalam kehidupan. Kepentingan ini tidak lain hanyalah untuk meninggikan kalimah Allah Swt, karena -suka tidak suka- jeleknya citra umat Islam saat ini disebabkan kesalahan informasi dan penyalahgunaan teknologi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Teknologi Informasi Sebagai Sarana Dakwah

Pertentangan antara yang hak dan yang batil telah lama berlangsung dan akan tetap ada selama manusia itu hidup di muka bumi ini. Kehadiran Islam merupakan aset yang besar bagi manusia, dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai pengemban risalah suci. Firman Allah Swt, ” dan tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad Saw) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam”
Dakwah merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mukalaf, oleh karena dakwahlah, Islam masih tetap eksis hingga saat ini. “maka jika mereka membantah engkau (Muhammad Saw), katakanlah, “aku telah menyerahkan diriku kepada Allah Swt dan (demikian juga) orang-orang yang mengikutiku:, dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi alkitab dan orang-orang yang ummi (buta aksara), “sudahkah kamu masuk Islam?” jika mereka telah masuk Islam, niscaya mereka mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah Swt). Dan Allah Swt maha melihat akan hamba-hamba-nya.(Ali Imran: [3] 20).
Tidak disangkal lagi bahwasannya sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan dalam kehidupan manusia nantinya. Maka, sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban dalam mengemban dakwah untuk menguasai sarana teknologi informasi ini, sebagaimana dalil qâidah ushûliyah “sesuatu yang menyempurnakan kewajiban maka hal tersebut menjadi wajib”. Dengan demikian maka umat Islam akan banyak berperan dalam berbagai bidang diantaranya :
1.      Bidang pendidikan (e-educations)

Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvesional ke arah pendidikan yang lebih terbuka.
Dengan berkembangnya teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara pelajar dengan pengajar, melihat nilai secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan pengajar dan sebagainya, semuanya itu dapat dilakukan secara langsung.

2. Dalam bidang pemerintahan (e-government)

Penerapan e-goverment sangatlah penting, hal ini mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti penggunaan intranet dan internet, yang berguna untuk menghubungkan keperluan-keperluan penduduk, bisnis dan kegiatan lainnya. Beberapa manfaat dari e-government adalah:(1) pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. (2) peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak. (3) pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. (4) pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi antar orang di kota dengan orang di luar negeri dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference.

3.      Bidang keuangan dan perbankan

Keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti memerlukan sistem informasi yang tangguh dan dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada sistem informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uangnya dimanapun berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain, hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dijalankan.

 Sinergitas Sesama Muslim

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah Swt sesungguhnya Allah Swt maha berat siksa-Nya” Demikianlah 14 abad yang lalu Allah Swt mensiyalir akan urgennya senergi sesama muslim, terlebih pada era globalisasi saat ini.
Era teknologi informasi berimplikasi pada cepatnya transformasi dalam berbagai bidang, baik itu madzhab, aliran ataupun pemikiran. Sehingga memungkinkan pemahaman-pemahaman yang salah tentang Islam dapat memecah belah umat. Perpecahan tersebut berdampak pada runtuhnya kebudayaan Islam, mudahnya umat Yahudi dan Nasrani dalam memerangai dakwah Islamiyah, Yahudi -dengan bantuan negara-negara kafir- menjajah tanah suci (Palestina) dan mendirikan sebuah negara baru di dalamnya pada tahun 1948 M hingga saat ini.
Sudah saatnya ummat Islam kembali bersatu dan mengenyampingkan semua kepentingan-kepentingan madzhab, golongan ataupun aliran guna menghidupkan kembali masyarakat madani seperti zaman keemasan Islam dahulu.

Sinergitas Dalam Meraih Izzul Islam Wa Muslim.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah Swt. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan merka adalah orang-orang yang fasik.” (Ali Imran [3] 110)

Sebelumya kita telah membicarakan sinergitas ummat pada era teknologi informasi, mari kita melangkah kepada tujuan dari sinergi itu sendiri, yakni meraih ‘izzul Islam wal muslim(kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Karena suatu aktivitas tanpa tujuan hanyalah kebodohan, maka, demi meraih kemuliaan tersebut sebagai tujuan diperlukan kesadaran umat untuk bersinergi. Sinergitas dalam meraih kemuliaan Islam dan muslimin sangatlah diperlukan guna mempermudah jalan dakwah terlebih di era teknologi dan informasi yang mana arus perubahan begitu radikal, sehingga sarana-sarana yang ada haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka dari itu, umat Islam harus mampu menguasai teknologi informasi dan menfokuskannya pada salah satu bidang agar efektif, yang seterusnya -bersama-sama dengan muslimin yang lain- mendakwahkan Islam melalui sarana yang dikuasainya dan kesemuanya itu tidak lain hanyalah untuk izzul Islam wal muslimin. 
Read More

Minggu, 06 Oktober 2013

Declare Declare Declare!



Setiap orang pasti mempunyai  harapan kedepannya. Mungkin karena kita merasa belum bisa dianggap baik meskipun pada dasarnya kita sempurna. Dan terkadang kita selalu tidak konsisten tentang komitmen kita untuk bisa merubah diri kita,kadang anjlok atau bahkan malah menambahi komitmen kita untuk lebih lebih bisa dianggap “waah”  oleh orang lain.Serta levih baiknya lagi kalau kita menyadari apa yang kita miliki dengan harapan yang kita kerjakan,karena terkadang kalau harapannya terlalu muluk muluk  bisa bisa sulit untuk diwujudkan.Langsung saja deh saya mau  mendeklarasikan harapan saya untuk kedepannya di lingkungan saya,
1.       Menjaga diri sebisa mungkin untuk tidak tertidur di kelas pada waktu ada pelajaran.
2.       Sebisa mungkin untuk menyapa orang orang disekitar.
3.       Memakai pakaiaan yang rapi sesuai ketentuan ITS,seperti tidak memakai  sandal atau kaus.
4.       Berhemat dalam hal makan dan lain sebagainya,karena diluar sana masih banyak orang orang yang kelaparan.
5.       Mengendarai motor dengan santun ,tidak kebut kebutan.
Sekian Deklarasi harapan saya,semoga dapat terwujud dengan lancar dan baik.
Read More

Senin, 30 September 2013

Something Which We Should Know


Dibanding dengan makhluk lain manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna melebihi hewan, jin, malaikat, dan sebagainya. Manusia memiliki sesuatu yang membedakan mereka dari makhluk Tuhan yang lainnya,yaitu akal. Bayangkan dengan akal, manusia sendiri bisa bertingkah layaknya Tuhan,bukankah itu hal yang sangat luar biasa. Akal kita lah yang menjalankan semua yang kita kerjakan,memilah mana yang benar dan yang bathil. Sebagai mahakarya Tuhan, kita juga diwajibkan untuk mengasah seberapa mampukah akal kita untuk menampung segala hal. Salah satunya ialah dengan melalui belajar.


Jika kita bisa mengerti bahwa salah satu caranya yaitu dengan  belajar,dapatkah anda menjelaskan apa maksud dari belajar itu sendiri? Bukankah anda telah bertahun tahun melakukan aksi yang bernama “belajar” itu? Apa yang anda dapatkan selama anda belajar bertahun tahun bila anda tak mengerti makna dari belajar tersebut. Mungkin untuk sebagian orang belajar ialah sesuatu yang harus kita dapatkan melalui bangku sekolah ataupun kuliah. Sebagian orang juga menganggap bahwa belajar itu sebaiknya menggunakan sebuah sumber berupa buku. Tapi bukankah disetiap sela sela aktivitas anda,anda malah merasakan bahwa mendapatkan sebuah pelajaran untuk menuntun hidup kita menjadi lebih baik. Pernahkah? Pastinya setiap orang pernah merasakan hal seperti itu,sebagi contoh anda ditegur atasan karena kurang disiplin dalam menjalankan pekerjaan anda.

Sebenarnya tahukah anda apa arti kata BELAJAR  dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tertulis : belajar /bel·a·jar /v 1 berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu; 2 berlatih; 3 berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman. Dan menurut Ernest R. Hilgard belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, kemudian menimbulkan perubahan, keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Jadi dengan kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Belajar ialah suatu proses yang menimbulkan perubahan pada diri setiap manusia karena bertambahnya ilmu yang didapatkannya.

Adakah kata terlambat untuk belajar? Tentulah tak ada kata terlambat selama kita masih ada niat untuk menuntutnya. Mungkin yang anda pikirkan saat ini adalah,kenapa masih banyak orang yang tak bisa membaca ataupun menulis? Apakah salah mereka ataukah disebabkan suatu faktor lain yang menghambatnya,semisal Pemerintah yang tak memberdayakan program baca tulis secara baik. Lebih cocok kalau hal hal tersebut adalah salah anda beserta lingkungan anda yang tak mau berusaha dengan tekun. Seorang penulis berkebangsaan Amerika, Alvin Toffler,berpendapat bahwa “mereka yang buta huruf di Abad ke 21 bukanlah orang yang tak bisa membaca & menulis, melainkan mereka yang tidak dapat belajar, melepaskan pelajaran yang telah kadaluarsa,dan tak dapat belajar kembali”. Belajarlah dengan cinta niscaya segala yang anda rasa sulit berangsur angsur akan menjadi mudah,sehingga hasilnya takkan ada kata “TIDAK BISA BELAJAR” .
Read More

Senin, 23 September 2013

Inside your dream



Pernahkah anda berpikir menjadi seorang yang ada tapi tidak nyata di kehidupan,seperti menjadi Batman,Superman,ataupun segala macam sosok dunia khayal?. Pastilah anda pernah saat anda merasa hidup anda amat sangat mudah atau pada saat anda masih kecil. Semisal anda mengidolakan Batman seakan anda menjadi sosok pahlawan kegelapan tersebut,berlari,loncat kesana kemari,seperti lakon yang tak pernah habis staminanya. Mulai lah anda berangan angan bahwa suatu saat nanti anda harus menjadi sesosok yang anda harapkan tersebut. Ya namanya juga masih kecil masih belum bisa membedakan mana yang absurd dan tidak. Namun seiring berjalannya waktu anda berpikir bahwa semua ituhanyalah sebuah harapan yang nggak mungkin bisa digapai,begitulah kita manusia,makhluk Tuhan yang paling sempurna.
Antara angan angan dan cita cita,seperti pada paragraf sebelumnya kita dihadapkan masalah masalah yang umum terjadi sewaktu kita masih mengalami masa indahnya kanak kanak. Apakah itu bisa disebut dengan angan angan atau sebuah cita cita? Terkadang kita kebingungan untuk menentukan arti dan maksud dari kedua kata tersebut.Angan Angan juga bisa diartikan dengan suatu harapan yang tak dapat diartikan secara jelas. Angan angan bisa dianggap pemanis dalam kehidupan,mengapa? Mungkin karena sebagian orang beranggapan bahwa angan angan hanyalaah sebuah kata yang amat tak mungkin untuk tercapai pengerjaannya. Tapi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia angan angan dapat diartikan sebagai ingatan atau pikiran. Meskipun begitu lebih cocok bila angan angan hanyalah sebuah  bualan semata. Cita cita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keinginan (kehendak) yang selalu ada dalam pikiran. Tapi dalam arti kata lain cita cita lebih jelas tentang bagaimana harapan  kita,lebih runtutnya,detailnya tentang apa yang kita harapkan. Dan cita cita bisa dikaakan dapat mengubah harapan kita tidak hanya diam menjadi harapan tapi terupgrade menjadi sebuah kenyataan. Itulah sebuah sisi plusnya dibandingkan dengan angan angan yang belum fix tentang keberhasilannya. Dan yang terpenting bahwa yang namanya angan angan itu seringkali masuk diakal dengan apa yang benar benar nyata di dunia ini (contohnya tertuang dalam kehidupan sehari hari). Terus apakah semua cita cita yang tak tercapai itu adalah sebuah angan angan? Tidak semuanya yang gagal itu adalah sebuah angan angan dan tak semua keberhasilan itu adalah angan angan. Kita sebagi makhluk tuhan yang paling berbudi tidak sepantasnya bila kita melupakan kuasa kuasa Tuhan dalam setiap langkah kita. Di setiap ridho-Nya pasti disertai pula kebaikan bagi kita, masa depan kita siapa yang tau??
Dalam  sebuah cita cita tak lepas dengan apa yang namanya mimpi. Mimpi adalah fondasi sebuah cita cita yang kita miliki. Jangan pernah takut dengan bermimpi,jangan pernah malu dengan apa yang anda impikan,jangan pernah menyerah dengan apa yang kita impikan. Niatkan dan percayalah jika anda bisa bermimpi kenapa tidak untuk bisa menggapainya.
Read More

Senin, 16 September 2013

Sinopsis Sengsara Membawa Nikmat 1929

Judul : Sengsara Membawa Nikmat
Nama Pengarang : Tulis Sutan Sati
Nama Penerbit : Balai Pustaka
Tahun Terbit : 1929
Tebal Buku : 192
Angkatan : 20an
Tokoh Utama :
 - Midun : Sopan & Taat beragama                               
- Kacak : Pendengki & Angkuh 
- Halimah : Bebudi & Sopan                                           
 - Syekh Abdul : Licik


                Di Minangkabau (Sumatra Barat) terdapat sebuah desa. Di desa tersebut hiduplah dua pemuda yang memiliki sifat yang sama sekali bertolak belakang. Pemuda pertama itu bernama Kacak. Ia merupakan keponakan dari seorang kepala kampung. Ia biasa memmanggil pamannya dengan sebutan Mamak. Namun nama asli dari paman Kacak ialah Tuanku Laras. Kacak merupakan pemuda yang sombong, angkuh, kasar, dan tidak suka dengan setiap kebahagiaan orang lain. Pemuda yang kedua bernama Midun. Ia merupakan pemuda yang sangat ramah, baik hati, religius,dan sopan. Sifatnya yang dapat dikatakan sangat baik serta kelebihannya dalam beladiri silat membuat banyak orang yang menyukainya.
                Tentunya dengan sifat sifat yang bisa dikatakan jelek pada Kacak membuat warga desa amat sangat membencinya. Dan tidak sedikit pula yang menyukai sifat sifat baik yang dimiliki Midun.
                Kacak amat iri pada si Midun karena banyak penduduk desa yang lebih suk dan simpai kepada Midun dibandingkan dengan dirinya. Hingga timbullah sebuah rasa ingin puas dengan menantang si Midun untuk berkelahi serta membuat berbagai macam keonaran.
                Pada suatu hari Kacak menantang Midun untuk meladeninya untuk berkelahi. Namun Midun selalu menolak ajakan ajakan berkelahi dengan si Kacak. Ia ingat pada perkataan guru ngajinya yang selama ini mengajarinya Silat Padangan. Guru ngajinya berkata bahwa ilmu silat yang Midun pelajari tidak boleh digunakan untuk hal hal yang tidak penting dan hanya boleh digunakan apabila Midun terdesak oleh orang yang menyerangnya serta untuk menolong orang orang yang membutuhkan pertolongan, begitulah pesan guru ngaji si Midun tentang ilmu silat yang beliau ajarkan.
                Suatu hari istri si Kacak secara tidak sengaja hampir terjatuh ke sungai dan tanpa disengaja disana ada si Midun. Namun karena Midun terlambat menolongnya akhirnya istri si Kacak pun terjatuh ke sungai. Meskipun begitu dengan cepat Midun langsung menolongnya karena istri si Kacak hampir terbawa arus sungai. Melihat midun sedang menggendong istri si Kacak, Kacak pun terbakar cemburu. Apalagi saat itu istri si Kacak ke sungai guna membersihkan diri eh tiba tiba istri si Kacak sedang di gendong Midun. Lalu Kacak pun membuat fitnah tentang Midun kepada masyarakat bahwa Midun telah memperkosa istrinya. Dengan penuh emosi Kacak pun kembali menantang Midun untuk berkelahidengannya satu lawan satu.
                Karena merasa bahwa dirinya di fitnah dan dijatuhkan harga dirinya, Midun pun akhirnya menerima ajakan Kacak untuk berkelahi. Dan akhirnya Midun menang lagi dan Kacak pun kalah. Kacak yang kalah pun semakin marah dengan si Midun. Akhirnya Kacak melaporkan itu semua kepada pamannya, Tuanku Laras.
                Kacak memberikan informasi informasi palsu tentang si Midun, serta segala fitnah dia katakan kepada pamannya tersebut. Namun Tuanku laras tetap mempercayai apa yang keponakannya itu katakan tentang si Midun. Dan akhirnya Midun pun mendapatkan hukuman dari Tuanku Laras, yaitu bahwa ia harus bekerja di rumah Tuanku Laras tanpa dibayar sedikit pun. Dan yang di tugaskan Tuanku Laras untuk mengawasi si Midun ialah Kaca. Kesempattan itu tak disia siakan oleh si Kacak untuk dimanfaatkannya sebagai ajang balas budi kepada si Midun. Selama Midun di hukum, ia selalu disiksa oleh si Kacak. Pukulan dan tendangan ia rasakan setiap hari. Serta hinan dan makian selalu dilotarkan Kacak kepada si Midun. Akhirnya dengan sabr si Midun menerima itu semua. Dan ia tak bisa berbuat apa apa karena ia sedang mendapathukuman. Namun memang sifat picik Kacak, ia belum saja puas dengan penderitaan Midun meskipun Midun telah mendapat hukuman dari Tuanku Laras. Kacak belum puas apabila melihat Midun masih saja ada di Kampungnya. Karena jika si Midun masih ada di kampungnya. Midun masih bisa menghalangi Kacak untuk bersifat semena menaterhadap warga kampungnya.
                Kacak akhirnya menemukan cara untuk menghilangkan Midun dari kampungya. Kacak akhirnya menyewa beberapa orang untuk membunuh si Midun. Tentunya yang Kacak sewa ialah pembunuh bayaran. Rencana membunuh Midun dilaksanakan pada saat diadakannya lomba pacuan kuda. Saat Midun bersama sahabatnya yang bernama Maun sedang membeli makanan di warung kopi sebelah gerbang pintu masuk lomba pacuan kuda, tiba tiba beberapa orang menghampirinya dengan membawa pisau mereka menyerang Midun dan Maun.
                Akhirnya Midun pun memakai beladirinya untuk berkelahi melawan pembunuh pembunuh tersebut Perkelahian pun akhirnya terhenti,ketika datang polisi untuk mengamankan Midun dan Maun. Akhirya si Midun dan si Maun pun ditangkap dan di giring ke kantor polisi. Dalam pemeriksaan, Maun dinyatakan bebas. Namun Midun harus mendekam di penjara. Kacak yang mendengar berita tersebut bahagianya bukan kepalang karena orang yang ia rasa sebagai musuh terbesarnya telah masuk penjara dan kini ia tak merasa was was lagi karena niat jahatnya pada warga kampung pasti akan berjalan dengan amat sangat mulus. 
                Awalnya para tahanan lain bertindak semena mena terhadap si Midun. Namun semenjak Midun mengalahkan orang terkuat di penjara tersebut. Maka seluruh tahanan disana menghormati dan menjadikan Midun sebagai sahabat.
                Suatu hari ketika Midun sedang menyapu jalan tak sengaja Midun melihat sesosok gadis yang sangat cantik. Lalu saat itu Midun langsung saja menghampiri gadis tersebut dan tiba tiba gadais itu pergi meninggalkan si Midun. Tiba tiba Midun melihat sebuah kalung tertinggal di bawah pohon tempat gadis tadi bernaung. Kemudian Midun mencari tau siapa pemiliknya dan mengembalikannya ke rumah gadis itu. Lalu sepertinya Midun dan gadis tersebut saling suka. Gadis itu bernama Halimah. Setelah lama kenal akhirnya mereka saling bercerita tenang pengalaman hidup masing masing. Dan ternyata Halimah tinggal bersama ayah tirinya,dan itu membuat dirinya merasa terkekang.
                Setelah keluar dari penjara, Midun membawa Halimah pergi dri rumah ayah tirinya menuju rumah ayah kandungnya.
                Setelah sampai di rumah ayah kandung Halimah di Bogor. Midun tahu kalu ayah kandung Halimah amatlah baik hati dan penyayang terhadap siapapun. Ayah Halimah pun meminta Midun dan Halimah tetap tinggal di rumah ayah Halimah. Karena Midun tak punya pekerjaan, Midun merasa tak nyaman dan memutuskan untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Dalam perjalanan Midun berkenalan dengan saudagar kaya yang berasal dari Arab. Namun teryata saudagar kaya itu ialah seorang rentenir. Dengan segala tipu rayu akhirnya Midun pun menerima uang pinjaman Syekh Abdullah Al Hadramut. Dan akhirnya Midun pun memanfaatkan uang tersebut untuk berdagang. Dengan usaha yang melaju sangat pesat. Akhirnya Syekh Abdullah Al Haadramut menjadi sangat iri dan akhirnya ditagihlah hutang Midun dengan jumlah yang sangat berlipat lipat. Karena Midun tak mau membayarnya, Syekh Abdullah mengganti tawarannya agar Midun bersedia apabila Syekh Abdullah Al Hadramut memperistri Halimah. Midun pun semakin yakin untuk menolak tawaran tawaran yang diajukan Syekh Abdullah Al Hadramut. Maka Syekh Abdullah pun akhirnya memejahijaukan si Midun. Dan sekali lagi Midun di uji untuk masuk bui kedua kalinya.
                Setelah bebas dari rumah pesakitan tersebut Midun berjalan jalan di pasar baru. Disana ia melihat Sinyo belanda diserang pribumi yang sedang mengamuk. Langsung saja Midun mencoba menyelamatkan sinyo belanda tersebut,dan berhasil. Sinyo belanda itupun berterima kasih banyak atas bantuan Midun kepadanya.
                Setelah peristiwa tersebut akhirnya Midun dikenalkan dengan ayah sinyo belanda tersebut yang ternyata seorang Komisaris. Sebagi Ucapan terimakasih karena telah menolong anaknya, Pak Komisaris tersebut memberi Midun sebuah pekerjaan. Hingga berujung pada kemapanannya,akhirnya Midun melamar Halimah dan menikah di Bogor, rumah ayah Halimah.
                Karena Prestasinya yang melonjak. Ia menjadi Kepala Mentri di Tanjung Priok. Lalu Midun dipindah tugaskan di Medan. Saat di Medan itulah ia bertemu dengan adiknya, dan adiknya pun bercerita panjang lebar tentang kampung halaman dan orang tua mereka berdua. Adiknya bercerita bahwa keluarga mereka menderita karena ulah Kacak semenjak Midun pergi. Akhirnya Midun pun turun tangan dengan meminta dipindahkan ke kampung halamannya. Saat itu Kacak yang berprofesi sebagai penghulu dan sering menyelundupkan uang negara kaget bukan kepalang. Kacak pun amat ketakutan karena Midun telah kembali. Dan dengan kecerdikan Midun tak lama berselang segala bentuk tindak korupsi Kacak terungkap. Akhirnya Kacak pun mendapat hukuman dan kehidupan di kampung halaman Midun menjadi damai kembali
Read More

Selasa, 10 September 2013

Tujuan Sekolah


Di era global seperti saat ini sekolah amatlah sangat urgent,bahkan sebuah kewajiban yang wajib di penuhi. Tanpa pandang bulu baik orang yang berada maupun tidak,sama sama mengupayakan agar bisa bersekolah.Urusan sanggup atau enggaknya ya urusan belakangan,kalo nggak shanggup ya shanggupin,kalo udah shanggup di sundul sayang, kecup manja, iris tipis, potong manis, shikat miring… #thecomment hehehe “Fokus deh fokus….”
Meski begitu pada dasarnya banyak orang yang masih merasa buram dengan apa tujuan mereka bersekolah. Banyak yang beranggapan klasik bahwa sekolah itu tempat untuk menuntut ilmu.Sebenarnya sih bener tapi apakah kalian bersekolah hanya menuntut ilmu? Mungkin absurd bila di era yang katanya maju ini kita sekolah hanya untuk menuntut ilmu,mencari pengalaman,hobi.HOAX banget gitu rasanya.tapi ada juga yang ngaku bersekolah buat cari pacar,kawan,kenalan,gebetan,dan lawan baru. Yang paling hebat lagi bersekolah untuk mencari uang atau tingkat yang baik didunia pekerjaan nanti. LIFE IS NEVER FLAT BRO… banyak juga tuh yang putus sekolah berpenghasilan banyak dan sukses. Seperti Dahlan Iskan, Thomas Alfa Edison, Bill Gates, Steve Jobs, Michael Dell, dll. Tidak selalu orang yang sekolah itu sukses dan bukan sebuah omong kosong bila orang yang dikeluarkan dari sekolah itu bakal suram deeh..
Lalu di saat anda menempuh perkuliahan,apakah anda hanya punya tujuan kuliah pulang kuliah pulang? Sungguh  rugi bila kita menjalani aktifitas sesimpel itu. Kita kuliah juga mendapat keringanan membayarnya dari rakyat loh rek… Apa kita harus diam saja tanpa aksi membela rakyat yg membantu kita,mereka taat membayar pajak juga untuk membantu kita “meski ada sebagian duit yang di selewengin”. Apa kita harus menyia nyiakan harapan mereka  pada kita untuk menjunjung Indonesia yg jaya. Jadilah dirimu sendiri dan pandanglah potret negri garuda ini yang katanya koesplus “bukan lautan hanya kolam susu,kail dan jala cukup menghidupi mu” tapi itu omong kosong.  Niatkanlah apa yang kita punya untuk Indonesia,jangan menunggu Indonesia memberi pada kita.  Mulailah dari hal yang sekecil mungkin untuk bangsa ini,tanamkan pada tujuan anda menuntut ilmu atau berkuliah bahwa kita bisa merubah Indonesia lebih baik. Jadi apa tujuan anda bersekolah/kuliah??
Read More