Ratusan tahun yang lalu pada zaman
Rasulullah SAW, Islam maju dengan pesat dan berkembang, setelah itu
sahabat-sahabatnya pun mengembangkan Islam hingga Dunia Barat. Tak ada yang
memungkiri bahwa saat itu adalah saatnya islam menguasai peradaban dunia.
Kejayaan itu terus berlanjut hingga umat ini kalah perang oleh barat dan
membatasi diri mereka terhadap hal-hal yang dianggap haram dalam permikiran
oleh para ulamanya, ditambah lagi saat mereka menggunakan ilmu yang diadopsi
para orang Barat.
Teknologi informasi merupakan
suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan dan memanipulasi data dalam berbagai cara
untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan,
akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan
pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis dalam pengambilan
keputusan.
Perkembangan teknologi
informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, seperti e-life, artinya
kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan
saat ini sedang marak-maraknya berbagai huruf yang dimulai dengan awalan “e”
seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal,
e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis
elektronika.
Menumbuhkan Kesadaran Akan Pentingnya Teknologi Informasi
Perkembangan teknologi
informasi dapat meningkatkan dan memungkinkan berbagai kegiatan dilaksanakan
dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan
produktivitas. Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan bermunculannya
berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini. Seperti e-government,
e-commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainya yang kesemuanya
itu berbasiskan elektronika.
Dan kesadaran tersebut harus ditumbuhkan bukan pada orang tua saja, namun bagi pemuda yang memiliki masa depan khususnya pemuda Muslim. Karena pemuda adalah kata kunci pengembangan TI ke depan. Umat Islam sangat perlu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya teknologi informasi tanpa mengenyampingkan al-Quran dan al-Sunah, karena kedua hal itu menjadi tolok ukur dalam kehidupan. Kepentingan ini tidak lain hanyalah untuk meninggikan kalimah Allah Swt, karena -suka tidak suka- jeleknya citra umat Islam saat ini disebabkan kesalahan informasi dan penyalahgunaan teknologi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dan kesadaran tersebut harus ditumbuhkan bukan pada orang tua saja, namun bagi pemuda yang memiliki masa depan khususnya pemuda Muslim. Karena pemuda adalah kata kunci pengembangan TI ke depan. Umat Islam sangat perlu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya teknologi informasi tanpa mengenyampingkan al-Quran dan al-Sunah, karena kedua hal itu menjadi tolok ukur dalam kehidupan. Kepentingan ini tidak lain hanyalah untuk meninggikan kalimah Allah Swt, karena -suka tidak suka- jeleknya citra umat Islam saat ini disebabkan kesalahan informasi dan penyalahgunaan teknologi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Teknologi Informasi Sebagai Sarana Dakwah
Pertentangan antara yang hak dan yang batil telah lama berlangsung dan akan tetap ada selama manusia itu hidup di muka bumi ini. Kehadiran Islam merupakan aset yang besar bagi manusia, dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai pengemban risalah suci. Firman Allah Swt, ” dan tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad Saw) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam”
Dakwah merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mukalaf, oleh karena dakwahlah, Islam masih tetap eksis hingga saat ini. “maka jika mereka membantah engkau (Muhammad Saw), katakanlah, “aku telah menyerahkan diriku kepada Allah Swt dan (demikian juga) orang-orang yang mengikutiku:, dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi alkitab dan orang-orang yang ummi (buta aksara), “sudahkah kamu masuk Islam?” jika mereka telah masuk Islam, niscaya mereka mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah Swt). Dan Allah Swt maha melihat akan hamba-hamba-nya.(Ali Imran: [3] 20).
Tidak disangkal lagi
bahwasannya sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang
paling dominan dalam kehidupan manusia nantinya. Maka, sebagai seorang muslim
sudah menjadi kewajiban dalam mengemban dakwah untuk menguasai sarana teknologi
informasi ini, sebagaimana dalil qâidah ushûliyah “sesuatu yang menyempurnakan
kewajiban maka hal tersebut menjadi wajib”. Dengan demikian maka umat
Islam akan banyak berperan dalam berbagai bidang diantaranya :
1. Bidang pendidikan (e-educations)
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvesional ke arah pendidikan yang lebih terbuka.
Dengan berkembangnya teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara pelajar dengan pengajar, melihat nilai secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan pengajar dan sebagainya, semuanya itu dapat dilakukan secara langsung.
2. Dalam bidang pemerintahan (e-government)
Penerapan e-goverment sangatlah penting, hal ini mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti penggunaan intranet dan internet, yang berguna untuk menghubungkan keperluan-keperluan penduduk, bisnis dan kegiatan lainnya. Beberapa manfaat dari e-government adalah:(1) pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. (2) peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak. (3) pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. (4) pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi antar orang di kota dengan orang di luar negeri dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference.
3. Bidang keuangan dan perbankan
Keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti memerlukan sistem informasi yang tangguh dan dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada sistem informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uangnya dimanapun berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain, hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dijalankan.
Sinergitas Sesama Muslim
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah Swt sesungguhnya Allah Swt maha berat siksa-Nya” Demikianlah 14 abad yang lalu Allah Swt mensiyalir akan urgennya senergi sesama muslim, terlebih pada era globalisasi saat ini.
Era teknologi informasi berimplikasi pada cepatnya transformasi dalam berbagai bidang, baik itu madzhab, aliran ataupun pemikiran. Sehingga memungkinkan pemahaman-pemahaman yang salah tentang Islam dapat memecah belah umat. Perpecahan tersebut berdampak pada runtuhnya kebudayaan Islam, mudahnya umat Yahudi dan Nasrani dalam memerangai dakwah Islamiyah, Yahudi -dengan bantuan negara-negara kafir- menjajah tanah suci (Palestina) dan mendirikan sebuah negara baru di dalamnya pada tahun 1948 M hingga saat ini.
Sudah saatnya ummat Islam
kembali bersatu dan mengenyampingkan semua kepentingan-kepentingan madzhab,
golongan ataupun aliran guna menghidupkan kembali masyarakat madani seperti
zaman keemasan Islam dahulu.
Sinergitas Dalam Meraih Izzul Islam Wa Muslim.
“Kamu adalah umat yang terbaik
yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari
yang munkar, dan beriman kepada Allah Swt. Sekiranya ahli kitab beriman,
tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan
kebanyakan merka adalah orang-orang yang fasik.” (Ali Imran [3] 110)
Sebelumya kita telah
membicarakan sinergitas ummat pada era teknologi informasi, mari kita melangkah
kepada tujuan dari sinergi itu sendiri, yakni meraih ‘izzul Islam wal
muslim(kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Karena suatu aktivitas tanpa tujuan
hanyalah kebodohan, maka, demi meraih kemuliaan tersebut sebagai tujuan
diperlukan kesadaran umat untuk bersinergi. Sinergitas dalam meraih kemuliaan
Islam dan muslimin sangatlah diperlukan guna mempermudah jalan dakwah terlebih
di era teknologi dan informasi yang mana arus perubahan begitu radikal,
sehingga sarana-sarana yang ada haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,
maka dari itu, umat Islam harus mampu menguasai teknologi informasi dan
menfokuskannya pada salah satu bidang agar efektif, yang seterusnya
-bersama-sama dengan muslimin yang lain- mendakwahkan Islam melalui sarana yang
dikuasainya dan kesemuanya itu tidak lain hanyalah untuk izzul Islam wal
muslimin.







